Hadirku Sebagai Saksi

Saksi

Image via Wikipedia

Hello guys! udah lama gak posting di blog cacat ini-_-sorry. maklum, sibuk sama rasa ngantuk gue *tabok* Oh iya, gue dapet tugas dari guru Bahasa Indonesia, disuruh buat CEPREN berdasarkan pengalaman pribadi. daripada cuma guru dan 1 dari 10 org yg baca cerpen ABSURD gue, mending gue post di sini. sorry banget kalau gak jelas, jelek, gak karuan. ane masih newbie gan! ane juga masih butuh banyak banget-bangetan masukan atau saran-_- ready? this is it!

___________________________________________________

Referensi cerita : pengalaman pribadi, ilmu majas, sinonim, KBBI

———————————————————————————————————————————————————————-

Hadirku Sebagai Saksi

(Nizar Suryantara Widodo)

                Oktober 2005, suasana kelas tampak sepi dan sunyi. Suara pelan itu terdengar di telingaku. Ya, saat itu kami belajar di laboratorium bahasa Inggris, dengan alat layaknya pegawai kantor telekomunikasi, kami mendengarkan apa yang Pak Hadi ucapkan dan menuliskannya pada sehelai kertas. Baca lebih lanjut

Iklan

Danger! Spesies Badak di Dunia Terancam Punah!

Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Infraclass: Eutheria
Order: Perissodactyla
Suborder: Ceratomorpha
Superfamily: Rhinocerotoidea
Family: Rhinocerotidae

Ciri khas keluarga badak ditandai dengan ukuran badannya yang besar (salah satu megafauna terbesar yang tersisa), dengan berat mencapai satu ton atau lebih berat; herbivora, dan mempunyai kulit pelindung yang tebal, 1,5-5 cm, sertaterbentuk dari lapisan kolagen yang diposisikan dalam struktur kisi; otak relatif kecil untuk ukuran mamalia ini (400-600 g), dan tanduk besar. Mereka umumnyamengonsumsi tumbuh-tumbuhan.Tidak seperti perissodactyls lain, spesies Afrika kurangnya gigi badak di depan mulut mereka, mengandalkan hanya pada gigi mereka yang kuat premolar dan molar untuk menggiling makanan tanaman.

Badak dibunuh oleh manusia untuk tanduk mereka, yang dibeli dan dijual di pasar gelap, dan yang digunakan oleh beberapa kebudayaan untuk tujuan pengobatan.Tanduk terbuat dari keratin, jenis yang sama protein yang membentuk rambut dan kuku. Kedua spesies Afrika dan Badak Sumatera memiliki dua tanduk, sementara India dan Jawa Badak memiliki tanduk tunggal.

Daftar Merah IUCN mengidentifikasi tiga dari spesies badak di dunia “sangat terancam”.

Badak Jawa

Para Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah salah satu mamalia besar paling langka dan paling terancam punah di mana saja di dunia. Habitatnya di dataran rendah hutan hujan tropis, rumput tinggi dan tempat tidur alang-alang yang berlimpah dengan dataran banjir besar dan tempat berkubang lumpur. Meskipuntersebar luas di seluruh Asia, pada 1930-an badak jawa mengalami kepunahan di India, Burma, Semenanjung Malaysia, dan Sumatera. Pada 2009, hanya ada 40 dari mereka yang tersisa di Ujung Kulon, Banten, Indonesia.

Badak Jawa hanya memiliki satu tanduk. Berbulu, kulit abu-abu berkabut jatuh ke lipatan ke bahu, punggung, dan pantat memberikan penampilan layaknya mempunyai kulit lapis baja.. Panjang tubuh badak Jawa yang mencapai hingga 3,1-3,2 m (10-10 kaki), termasuk kepala dan ketinggian 1,5-1,7 m (4 ft 10 in-5 ft 7 in) tinggi. Baca lebih lanjut

Kemiskinan Itu Tidak Ada, yang Ada Adalah Ketiadaan Kesejahteraan

ALKISAH, seorang profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya profesor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.Profesor itu menjawab, Baca lebih lanjut

Jepang Olah Tinja Manusia Jadi Makanan

VIVAnews – Mitsuyuki Ikeda, ilmuwan asal Okayama Laboratory yakin bahwa banyak protein bagus di dalam kotoran manusia yang bisa dimanfaatkan. Untuk itu, ia mencari cara untuk mengekstraknya, mencampurnya dengan saus steak, dan berhasil membuat kotoran itu menjadi makanan.

Orang mungkin bertanya-tanya apa alasannya melakukan hal itu. Tetapi ternyata, alasan utamanya adalah permintaan dari pemerintah Tokyo sendiri.

Sebagai informasi, Tokyo saat ini kewalahan dengan lumpur selokan bawah tanah, dan satu-satunya cara untuk mengatasinya selain dengan membuang ke laut adalah dengan memakan ‘kotoran-kotoran’ tersebut.

Saat diteliti, Ikeda mendapati bahwa lumpur itu penuh dengan protein karena banyaknya konten bakteria di sana. Setelah dikombinasikan dengan peningkat reaksi dan menempatkannya di mesin ajaib yang disebut ‘exploder’, akhirnya steak buatan berhasil dibuat.

Lumpur kotoran itu mengandung 63 persen protein, 25 persen karbohidrat, 3 persen vitamin yang larut dalam lemak, serta 9 persen mineral. Adapun steak buatan yang dihasilkan pun warnanya juga merah, jadi konsumen tidak akan mengetahui bahwa yang akan ia makan merupakan tinja olahan.

“Dari uji pertama, orang-orang yang sudah mencobanya menyebutkan, rasanya seperti daging sapi,” sebut Ikeda, seperti dikutip dari Digital Trends, 20 Juni 2011.

Menurut Ikeda dan rekan-rekannya, cara ini merupakan solusi sempurna untuk mengurangi jumlah limbah dan emisi dari perut. Namun sayangnya, masih ada kekurangan dari solusi yang ditawarkan Ikeda. Biaya untuk memproduksi ‘Daging’ buatan itu 10 sampai 20 kali lebih mahal dibandingkan dengan harga daging sapi sungguhan.

 

pendapat saya : negara super cerdas tapi kali ini sangat amat NAJIS! jangan sampe dah negara Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia meniru hal itu!

Dikencingi Orang, Danau Ini Dikeringkan

 

VIVAnews – Danau Pristine di negara bagian Oregon, Amerika Serikat, terpaksa dikeringkan hanya karena seorang lelaki kencing di danau tersebut. Kendati para ahli mengatakan air kencing tidak akan berpengaruh terhadap kualitas air minum, namun pengeringan danau tetap dilakukan.

David Shaff, penanggungjawab biro air minum Portland, mengatakan danau harus segera dikeringkan. Bukan karena masalah kesehatan, namun karena ulah Joshua Seater, 21, membuat banyak orang jijik meminum air olahan dari danau itu. Baca lebih lanjut